Apa sih tantangannya ikut SM-3T?
Jawabannya tergantung pada pribadi masing².
√ Apakah kita kuat menahan rindu ketika jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat selama 1 tahun?
√ Apakah kita sanggup bertahan hidup di daerah 3T yang jauh dari sumber air?
√ Apakah kita bisa bersabar berada di daerah yang belum dialiri listrik dan belum dijangkau oleh jaringan telekomunikasi?
√ Apakah kita mampu melalui berbagai rintangan menuju lokasi pengabdian?
√ Apakah kita bisa berbaur dengan masyarakat yang berbeda dengan budaya kita sebelumnya?
√ Apakah kita siap mengajar murid-murid yang kemampuan akademiknya jauh di bawah kemampuan pada usianya?
√ Apakah kita masih bersemangat mengajar tanpa sarana dan prasarana yang lengkap di sekolah?
Yah seperti itulah pertanyaan² yang harus kita disiapkan kepada diri sendiri sebelum melangkahkan kaki dan mengatakan “Saya siap bergabung dengan SM-3T”
Lokasi : Desa Salimuli, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Indonesia.
Blog yang baru ini berisi tentang pengalaman mengikuti program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) angkatan ke-5 penempatan di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Selain itu, Blog ini juga berisi informasi seputar dunia pendidikan dan informasi menarik tentang tempat wisata di Indonesia.
Monday, January 23, 2017
Friday, January 20, 2017
Alumni Prodi Pendidikan Matematika UNISMUH Makassar Mengabdi Di Pelosok Negeri Melalui Program SM-3T
Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.
Dari kami Alumni Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar angkatan 2010 dan Menjadi Peserta SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) LPTK UNM (Universitas Negeri Makassar) angkatan V.
#Kelas_A
1. Dwi Muh Amiril, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 3 Long Hubung
(Kampung Matalibaq, Kec. Long Hubung, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
2. Rifal Jusnawan, S.Pd.
Penempatan :
SMK Pertanian Womatekekomoteke
(Desa Pacao, Kec. Loloda Utara, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
3. Irnawati, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 1 Long Bagun
(Kampung Ujoh Bilang, Kec. Long Bagun, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
#Kelas_B
4. Yusri, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri Fafurwar
(Kampung Fruata, Distrik Fafurwar, Kab. Teluk Bintuni Prov. Papua Barat)
5. Ahmad Yusran, S.Pd.
Penempatan :
SMA Negeri 7 Halmahera Utara
(Desa Salimuli, Kec. Galela Utara, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
6. Riska, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 2 Laham
(Kampung Long Gelawang, Kec. Laham, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
#Kelas_C
7. Musliadi, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 6 Satap Kakara
(Pulau Kakara, Kec. Tobelo, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
#Kelas_D
8. Musliadi, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 1 Long Pahangai
(Kampung Long Pahangai I, Kec. Long Pahangai, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
9. Nur Fadliah, S.Pd.
Penempatan :
SD Negeri 001 Tabalar Muara
(Kampung Tabalar Muara, Kec. Tabalar, Kab. Berau, Prov. Kalimantan Timur)
#Kelas_E
10. Muh Awaluddin Amin, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 2 Halmahera Utara
(Desa Seki, Kec. Galela Selatan, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
Selamat berjuang para pahlawan ilmu, semoga dari tanganmu akan lahir generasi emas yang tangguh, terdidik dan berakhlak mulia. Aamiin...
Dari kami Alumni Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar angkatan 2010 dan Menjadi Peserta SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) LPTK UNM (Universitas Negeri Makassar) angkatan V.
#Kelas_A
1. Dwi Muh Amiril, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 3 Long Hubung
(Kampung Matalibaq, Kec. Long Hubung, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
2. Rifal Jusnawan, S.Pd.
Penempatan :
SMK Pertanian Womatekekomoteke
(Desa Pacao, Kec. Loloda Utara, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
3. Irnawati, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 1 Long Bagun
(Kampung Ujoh Bilang, Kec. Long Bagun, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
#Kelas_B
4. Yusri, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri Fafurwar
(Kampung Fruata, Distrik Fafurwar, Kab. Teluk Bintuni Prov. Papua Barat)
5. Ahmad Yusran, S.Pd.
Penempatan :
SMA Negeri 7 Halmahera Utara
(Desa Salimuli, Kec. Galela Utara, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
6. Riska, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 2 Laham
(Kampung Long Gelawang, Kec. Laham, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
#Kelas_C
7. Musliadi, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 6 Satap Kakara
(Pulau Kakara, Kec. Tobelo, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
#Kelas_D
8. Musliadi, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 1 Long Pahangai
(Kampung Long Pahangai I, Kec. Long Pahangai, Kab. Mahakam Ulu, Prov. Kalimantan Timur)
9. Nur Fadliah, S.Pd.
Penempatan :
SD Negeri 001 Tabalar Muara
(Kampung Tabalar Muara, Kec. Tabalar, Kab. Berau, Prov. Kalimantan Timur)
#Kelas_E
10. Muh Awaluddin Amin, S.Pd.
Penempatan :
SMP Negeri 2 Halmahera Utara
(Desa Seki, Kec. Galela Selatan, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara)
Selamat berjuang para pahlawan ilmu, semoga dari tanganmu akan lahir generasi emas yang tangguh, terdidik dan berakhlak mulia. Aamiin...
Thursday, January 19, 2017
Yudisium dan Wisuda Peserta PPG SM-3T LPTK UNM Angkatan IV
~ Yudisium dan Wisuda Peserta PPG SM-3T LPTK UNM Angkatan IV ~
Alhamdulillah...
Selamat yudisium dan wisuda untuk kakanda PPG SM-3T angkatan IV. Semoga ilmu yang diperoleh selama mengikuti program SM-3T & PPG dapat bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Teruslah belajar, teruslah menginspirasi dan teruslah menjadi sosok yang rendah hati. Yakinlah kehidupan setelah ini akan jauh lebih baik dan semakin sukses. Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin...
Selamat menyandang gelar barunya 'Gr.' (Guru) dibelakang gelar 'S.Pd.' (Sarjana Pendidikan). Kami turut bangga atas pencapaian kalian, perjuangan yang tidak mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar. Melalui berbagai proses seleksi program SM-3T, Prakondisi, Mengabdi di Daerah 3T dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Semoga kami juga bisa mengikuti jejak kalian. Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia dari kami SM-3T angkatan V
Gelar 'Gr.' merupakan tambahan gelar baru yang diberikan untuk guru profesional, di mana guru penyandang gelar tersebut telah lulus dari program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemberian gelar Gr. (Guru) atau sebutan profesional ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 87 Tahun 2013 tentang program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
Program PPG dijalankan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). LPTK yang saat ini membuka program PPG, selain menjadi tempat pelaksanaan program PPG Prajabatan juga berwenang mengeluarkan sertifikat pendidik di akhir masa studi. Program PPG Prajabatan berasrama saat ini baru dibuka untuk alumni SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
Butuh perjuangan panjang untuk meraih gelar Gr. dan tidaklah sembarang orang bisa memperolehnya. Melainkan harus melewati beberapa tahapan dengan perjuangan dan tekad yang kuat. Mereka para penyandang gelar Gr. harus siap untuk di tempat tugaskan di daerah 3T melalui program SM-3T selama satu tahun lamanya.
Dengan segala kondisi dan situasi yang serba keterbatasan, kekurangan, penuh dengan bahaya, tantangan dan bahkan bertaruh dengan nyawa.. Bagaimana tidak, selama di daerah 3T mereka di tempatkan di pelosok negeri yang memang sangat jauh dari pusat kota, sumber listrik belum ada, jaringan telekomunikasi yang sangat minim, air bersih susah didapat, jalan terjal yang belum beraspal, menyeberangi sungai luas dan laut lepas. Ditambah dengan budaya, adat, agama, bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat yang berbeda dengan daerah asal masing-masing peserta SM-3T.
Memang tidaklah mudah untuk mendapatkan gelar Gr. (Guru) profesional, karena tidak semua peserta program SM-3T bisa langsung mendapatkan gelar Gr. begitu selesai pengabdian. Para alumni SM-3T yang telah menyelesaikan tugas pengabdian masih harus melewati tahapan berikutnya yakni mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan berasrama selama satu tahun. Lama studi PPG dihitung berdasarkan beban belajar sebanyak 36 – 40 SKS sesuai dengan jenjang pendidikan yang akan diperoleh peserta PPG.
Semester pertama peserta PPG Pasca SM-3T akan dibekali dengan kegiatan workshop Subject Specific Pedagogy (SSP) atau pembuatan perangkat pembelajaran yang dilakukan dari hari Senin sampai dengan Jumat, mulai dari pagi sampai sore hari. Pada semester kedua peserta PPG Pasca SM-3T diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra untuk melakukan PPL, membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan adanya penilaian Uji Kompetensi yang dilakukan oleh tim penguji meliputi dosen pamong, guru pamong dan guru independen.
Selain kegiatan akademik, peserta PPG Pasca SM-3T juga dibekali dengan kegiatan non akademik (keasramaan), meliputi: kegiatan keagamaan, olahraga, seni, belajar bersama dan kegiatan lainnya yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, namun dalam pelaksanaannya bisa menyesuaikan. Kegiatan workshop dan rusunawa tersebut diharapkan dapat membentuk kepribadian bagi para calon guru profesional lulusan program PPG Pasca SM-3T yang religius, cendekia dan mandiri. Selain itu diharapkan supaya para calon guru lulusan PPG Pasca SM-3T menguasai 4 kompetensi sebagai guru profesional yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.
Selain kegiatan workshop dan rusunawa, peserta PPG Pasca SM-3T juga harus melewati beberapa ujian untuk dapat lulus dari program tersebut. Mulai dari pretest, postest, mid semester, UTL, dan paling menentukan terhadap kelulusan adalah hasil dari UTN (Ujian Tulis Nasional) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh LPTK penyelenggara program PPG se-Indonesia dengan system Computer Assistad Test (CAT). Passing grade kelulusan UTN tahun ini adalah 65 point, lebih tinggi dari passing grade tahun sebelumnya yakni 60 point.
Ahmad Yusran (20 Januari 2017)
Informasi lainnya dapat disimak di link » http://www.profesi-unm.com/246-mahasiswa-ikuti-wisuda-ppg-sm3t-dan-ppgt/
http://www.profesi-unm.com/daftar-wisudawan-terbaik-ppg-unm-periode-iv/
Alhamdulillah...
Selamat yudisium dan wisuda untuk kakanda PPG SM-3T angkatan IV. Semoga ilmu yang diperoleh selama mengikuti program SM-3T & PPG dapat bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Teruslah belajar, teruslah menginspirasi dan teruslah menjadi sosok yang rendah hati. Yakinlah kehidupan setelah ini akan jauh lebih baik dan semakin sukses. Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin...
Selamat menyandang gelar barunya 'Gr.' (Guru) dibelakang gelar 'S.Pd.' (Sarjana Pendidikan). Kami turut bangga atas pencapaian kalian, perjuangan yang tidak mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar. Melalui berbagai proses seleksi program SM-3T, Prakondisi, Mengabdi di Daerah 3T dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Semoga kami juga bisa mengikuti jejak kalian. Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia dari kami SM-3T angkatan V
Gelar 'Gr.' merupakan tambahan gelar baru yang diberikan untuk guru profesional, di mana guru penyandang gelar tersebut telah lulus dari program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemberian gelar Gr. (Guru) atau sebutan profesional ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 87 Tahun 2013 tentang program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
Program PPG dijalankan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). LPTK yang saat ini membuka program PPG, selain menjadi tempat pelaksanaan program PPG Prajabatan juga berwenang mengeluarkan sertifikat pendidik di akhir masa studi. Program PPG Prajabatan berasrama saat ini baru dibuka untuk alumni SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
Butuh perjuangan panjang untuk meraih gelar Gr. dan tidaklah sembarang orang bisa memperolehnya. Melainkan harus melewati beberapa tahapan dengan perjuangan dan tekad yang kuat. Mereka para penyandang gelar Gr. harus siap untuk di tempat tugaskan di daerah 3T melalui program SM-3T selama satu tahun lamanya.
Dengan segala kondisi dan situasi yang serba keterbatasan, kekurangan, penuh dengan bahaya, tantangan dan bahkan bertaruh dengan nyawa.. Bagaimana tidak, selama di daerah 3T mereka di tempatkan di pelosok negeri yang memang sangat jauh dari pusat kota, sumber listrik belum ada, jaringan telekomunikasi yang sangat minim, air bersih susah didapat, jalan terjal yang belum beraspal, menyeberangi sungai luas dan laut lepas. Ditambah dengan budaya, adat, agama, bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat yang berbeda dengan daerah asal masing-masing peserta SM-3T.
Memang tidaklah mudah untuk mendapatkan gelar Gr. (Guru) profesional, karena tidak semua peserta program SM-3T bisa langsung mendapatkan gelar Gr. begitu selesai pengabdian. Para alumni SM-3T yang telah menyelesaikan tugas pengabdian masih harus melewati tahapan berikutnya yakni mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan berasrama selama satu tahun. Lama studi PPG dihitung berdasarkan beban belajar sebanyak 36 – 40 SKS sesuai dengan jenjang pendidikan yang akan diperoleh peserta PPG.
Semester pertama peserta PPG Pasca SM-3T akan dibekali dengan kegiatan workshop Subject Specific Pedagogy (SSP) atau pembuatan perangkat pembelajaran yang dilakukan dari hari Senin sampai dengan Jumat, mulai dari pagi sampai sore hari. Pada semester kedua peserta PPG Pasca SM-3T diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra untuk melakukan PPL, membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan adanya penilaian Uji Kompetensi yang dilakukan oleh tim penguji meliputi dosen pamong, guru pamong dan guru independen.
Selain kegiatan akademik, peserta PPG Pasca SM-3T juga dibekali dengan kegiatan non akademik (keasramaan), meliputi: kegiatan keagamaan, olahraga, seni, belajar bersama dan kegiatan lainnya yang dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, namun dalam pelaksanaannya bisa menyesuaikan. Kegiatan workshop dan rusunawa tersebut diharapkan dapat membentuk kepribadian bagi para calon guru profesional lulusan program PPG Pasca SM-3T yang religius, cendekia dan mandiri. Selain itu diharapkan supaya para calon guru lulusan PPG Pasca SM-3T menguasai 4 kompetensi sebagai guru profesional yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.
Selain kegiatan workshop dan rusunawa, peserta PPG Pasca SM-3T juga harus melewati beberapa ujian untuk dapat lulus dari program tersebut. Mulai dari pretest, postest, mid semester, UTL, dan paling menentukan terhadap kelulusan adalah hasil dari UTN (Ujian Tulis Nasional) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh LPTK penyelenggara program PPG se-Indonesia dengan system Computer Assistad Test (CAT). Passing grade kelulusan UTN tahun ini adalah 65 point, lebih tinggi dari passing grade tahun sebelumnya yakni 60 point.
Ahmad Yusran (20 Januari 2017)
Informasi lainnya dapat disimak di link » http://www.profesi-unm.com/246-mahasiswa-ikuti-wisuda-ppg-sm3t-dan-ppgt/
http://www.profesi-unm.com/daftar-wisudawan-terbaik-ppg-unm-periode-iv/
Keseruan Peserta SM-3T Saat Mencari Sinyal Di Sawah
~ Mencari Jaringan Seluler di Sawah Sinyal ~
Namanya sawah sinyal masyarakat setempat menyebutnya demikian, inilah tempat favorit bagi kami untuk berkomunikasi, melepas rindu dengan keluarga dan sahabat yang jauh di sana. Foto ini saya ambil 28 agustus 2015 saat kami bertiga mencari sinyal di sawah yang berada di ujung desa Toliwang. Bersama Ibu Dini dan Ibu Novi mereka adalah rekan SM-3T LPTK UNIMED dan saya sendiri SM-3T LPTK UNM.
Tidak semua lokasi di kecamatan Kao Barat memiliki jaringan seluler, hanya beberapa tempat saja dan tentu lokasinya selalu di sawah yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami. Menurut masyarakat setempat dulunya di kecamatan Kao Barat memiliki tower jaringan seluler namun tak bertahan lama karena terkena petir dan sudah bertahun-tahun tower tersebut tak pernah lagi diperbaiki.
Alhamdulillah masih ada sinyal yang terbawa angin meskipun sangat minim dan tarifnya sangat mahal. Di saat mereka sedang asyik menelfon dan SMS, saya mendokumentasikan moment yang tak biasa saya temukan saat masih berada di kota Makassar. Di sini tak ada lagi yang namanya sosial media karena HP android cuma digunakan berfoto saja dan hanya HP tertentu yang mampu mendapatkan sinyal minim tersebut.
Inilah keseruan kami saat mencari sinyal, meski harus barjalan jauh di tengah teriknya matahari. Pembelajaran hidup yang bisa kami dapatkan dari pengalaman ini adalah bahwa segala sesuatu yang diperoleh melalui usaha dan keringat itu jauh lebih berharga.
"Pegalaman adalah guru terbaik dan menjadi guru SM-3T adalah pengalaman terbaikku." Setahun mendidik seumur hidup menginspirasi.
Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, SM-3T UNM (Universitas Negeri Makassar) dan UNIMED (Universitas Negeri Medan) angkatan V penempatan kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara.
Ahmad Yusran (Agustus 2015)
Namanya sawah sinyal masyarakat setempat menyebutnya demikian, inilah tempat favorit bagi kami untuk berkomunikasi, melepas rindu dengan keluarga dan sahabat yang jauh di sana. Foto ini saya ambil 28 agustus 2015 saat kami bertiga mencari sinyal di sawah yang berada di ujung desa Toliwang. Bersama Ibu Dini dan Ibu Novi mereka adalah rekan SM-3T LPTK UNIMED dan saya sendiri SM-3T LPTK UNM.
Tidak semua lokasi di kecamatan Kao Barat memiliki jaringan seluler, hanya beberapa tempat saja dan tentu lokasinya selalu di sawah yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami. Menurut masyarakat setempat dulunya di kecamatan Kao Barat memiliki tower jaringan seluler namun tak bertahan lama karena terkena petir dan sudah bertahun-tahun tower tersebut tak pernah lagi diperbaiki.
Alhamdulillah masih ada sinyal yang terbawa angin meskipun sangat minim dan tarifnya sangat mahal. Di saat mereka sedang asyik menelfon dan SMS, saya mendokumentasikan moment yang tak biasa saya temukan saat masih berada di kota Makassar. Di sini tak ada lagi yang namanya sosial media karena HP android cuma digunakan berfoto saja dan hanya HP tertentu yang mampu mendapatkan sinyal minim tersebut.
Inilah keseruan kami saat mencari sinyal, meski harus barjalan jauh di tengah teriknya matahari. Pembelajaran hidup yang bisa kami dapatkan dari pengalaman ini adalah bahwa segala sesuatu yang diperoleh melalui usaha dan keringat itu jauh lebih berharga.
"Pegalaman adalah guru terbaik dan menjadi guru SM-3T adalah pengalaman terbaikku." Setahun mendidik seumur hidup menginspirasi.
Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, SM-3T UNM (Universitas Negeri Makassar) dan UNIMED (Universitas Negeri Medan) angkatan V penempatan kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara.
Ahmad Yusran (Agustus 2015)
Pengalaman mengikuti seleksi SM-3T angkatan ke 5
~ Bangga Menjadi Peserta SM-3T Angkatan V ~
9 maret 2015 - 7 juni 2015 adalah batas pendaftaran program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) angkatan ke-5. Di saat hari terakhir itupun saya berniat mendaftarkan diri dan mengisi borang pendaftaran secara online. Meski sebenarnya belum berharap yang lebih dikarenakan jumlah pendaftar yang terbilang sangat banyak yakni sekitar 20 ribuan.
10 juni 2015 pengumuman seleksi administrasi pun tiba Alhamdulillah saya pun lulus berkas bersama beberapa teman kuliah dari program studi pendidikan matematika angkatan 2010 di Universitas Muhammadiyah Makassar.
23 juni 2015 saya mengikuti tes online di LPTK UNM sesi 2, tepat hari terakhir dan sesi terakhir tes online. Tes ini terbagi atas 3 jenis yaitu Tes Potensi Akademik 45 nomor (waktu 45 menit), Tes Kemampuan Dasar 30 nomor (waktu 60 menit) dan Tes Bidang Studi 40 nomor (waktu 90 menit) meski pada saat itu menjawab semua soal namun masih belum yakin bisa lolos karena setiap jawaban yang benar (+4), salah (-1), dan tidak menjawab (0). Karena waktu itu bertepatan dengan bulan suci Ramadhan akhirnya saya pulang dan buka puasa dalam perjalanan menuju rumah di kabupaten Takalar, yang kurang lebih 2 jam perjalanan dari kota Makassar. Namun bagiku hal ini sudah terbiasa yang hampir 4 tahun harus PP rumah - kampus, kuliah sambil kerja.
27 juni 2015 pengumuman tes online pun keluar, Alhamdulillah lolos lagi namun perasaan antara senang dan sedih karena beberapa orang teman yang saya kenal tidak lolos pada tes ini.
4 juli 2015 saya mengikuti tes wawancara dan kami diwajibkan melengkapi berkas seperti fotokopi KTP, ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir, Surat Keterangan Sehat dari Dokter, Surat Keretangan Bebas Narkoba, SKCK, Surat pernyataan bermaterai belum menikah dan tidak akan menikah selama mengikuti SM-3T dan PPG, Surat pernyataan bermaterai persetujuan dari orang tua/wali, serta sertifikat kegiatan yang pernah diikuti.
Sebelum tes wawancara di mulai kami melakukan verifikasi ulang berkas, mengisi form data diri, ukuran baju, sepatu dan penyakit parah yang pernah diderita. Setelah itu kami berkumpul dalam ruangan kemudian diputarkan video dokumenter pengabdian para peserta SM-3T. Selanjutnya kami dibagi dalam beberapa ruangan lagi dengan jumlah peserta 10 orang setiap ruangan. Model dalam tes wawancara ini adalah Focus Group Discussion (FGD), kami diberikan beberapa pertanyaan tentang motivasi mengikuti SM-3T, pengalaman dan prestasi yang pernah diperoleh, cara mengatasi permasalah dalam kondisi tertentu di daerah 3T, serta saling sharing informasi yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan mental para peserta di penempatan nantinya.
13 juli 2015 pengumuman tes wawancara Alhamdulillah dinyatakan lolos dan kami diundang untuk mengikuti prakondisi tanggal 3-17 agustus 2015, Proses prakondisi ini meliputi 5 kegiatan yaitu :
(1) workshop pengembangan perangkat pembelajaran dan evaluasi.
(2) pelatihan melaksanakan tugas kependidikan pada kondisi khusus/tertentu (contoh: mengajar kelas rangkap).
(3) pembinaan mental dan ketahanmalangan.
(4) pelatihan keterampilan sosial kemasyarakatan, yang terdiri atas: (a) kecepatan beradaptasi (sosioantropologi dan kemampuan komunikasi sosial), (b) pemberdayaan masyarakat dan keluarga (berbasis budaya, ekonomi, dan ekologi), (c) kepemimpinan.
(5) Kursus Mahir Dasar Kepramukaan, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.
Prakondisi indoor dilaksanakan di Menara Phinisi UNM dan La Macca UNM sedangkan prakondisi outdoor dilaksanakan di Rindam VII Wirabuana Pakkatto kabupaten Gowa. Dalam prakondisi ini kami betul-betul dilatih kedisiplinan, yang terkadang jam 03.00 wita subuh sudah bangun dan mulai berkegiatan sampai malam hari. Pokoknya 15 hari prakondisi dan menurut saya inilah kegiatan yang paling seru selama mengikuti proses seleksi SM-3T.
Pengumuman penempatan pun sudah ada dan saya bersama 29 rekan dapat penempatan di kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Daerah ini merupakan penempatan yang baru bagi peserta SM-3T. Jadinya tak ada senior yang bisa ditanya-tanya, karena kami bakalan jadi angkatan pertama di sana. Agar tidak awam, tentu cara satu-satunya adalah browsing di internet mencari segala infomasi yang berkaitan dengan kabupaten Halmahera Utara.
21 agustus 2015, masih teringat kala itu pukul 01.00 wita saya berangkat dari rumah di kabupaten Takalar menuju bandara di kabupaten Maros, jam 03.00 wita kami sudah berkumpul di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, bersama seorang dosen pendamping, rekan SM-3T UNM, sahabat dan keluarga yang mengantar kami saat itu. Perasaan campur aduk ketika pukul 05.25 wita kami akan melanjutkan perjalanan menuju kota Ternate, yah inilah saat pertama kalinya saya akan merantau dan keluar dari zona nyaman. Kami menempuh perjalanan seharian untuk sampai di kota Tobelo kabupaten Halmahera Utara.
Perjuangan yang tidak mudah dan saya merasa bangga bisa menjadi salah satu dari 3140 peserta SM-3T angkatan V seluruh Indonesia dan salah satu dari 263 peserta SM-3T dari LPTK UNM. Terima kasih program SM-3T yang telah memberikan kesempatan untuk mengabdi ke pelosok negeri. Meski sebelumnya banyak pilihan lain yang jauh lebih nyaman, melanjutkan jenjang karir dari pekerjaan yang telah kudapatkan, melanjutkan jenjang pendidikan S2 dan tetap tinggal bersama keluarga. Namun semua itu adalah pilihan yang kemudian saya tinggalkan.
Berlayar dan teruslah berlayar, teramat disayangkan jika hidup ini dihabiskan dengan terus berada di zona nyaman. Hidup dalam keterbatasan, seringkali memacu potensi kita hingga tiba pada kondisi terbaik yang bisa kita lakukan. Inilah cerita awal saya mengabdi, karena saya punya sedikit ilmu, maka saya pilih mengajar dan berbagi ilmu untuk saudara-saudaraku di pelosok negeri.
Marilah berbuat sekecil apapun yang kita bisa. Karena seringkali ilmu sederhana yang kita punya bisa menjadi sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Betapa banyak orang yang pandai menulis, membaca dan berhitung, tapi hitunglah berapa orang yang mau mengajarkan hal tersebut. Berapa banyak orang terdidik yang mau mendidik anak bangsa di pelosok negeri. Sebuah pengalaman lahir dan batin yang tak akan pernah kulupakan. Setahun mendidik seumur hidup menginspirasi.
Mari kita maju bersama mencerdaskan Indonesia,
Menjadi sarjana mendidik bangsa,
Menujulah yang terdepan,
Gapai mereka yang terluar,
Jangkaulah mimpi-mimpi yang tertinggal,
Demi terwujudnya generasi emas Indonesia.
Salam MBMI SM-3T UNM (Universitas Negeri Makassar) angkatan V penempatan Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Indonesia.
Ahmad Yusran (Agustus 2015)
Ahmad Yusran (Agustus 2015)
Subscribe to:
Comments (Atom)




