Saturday, January 28, 2017

Prakondisi Outdoor SM-3T angkatan V LPTK UNM


Prakondisi Outdoor SM-3T angkatan V LPTK UNM di Rindam VII Wirabuana Pakkatto, kabupaten Gowa, provinsi Sulawesi Selatan.

Adapun tujuan dari Prakondisi Outdoor SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yakni sebagai pembinaan mental yang dimaksudkan untuk membangun karakter para peserta agar memiliki karakter tangguh dan peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan hidup di daerah sasaran nantinya.

Materi pembinaan ini meliputi pemberian motivasi, penyampaian wawasan dan contoh-contoh nyata kelompok masyarakat dalam keadaan terbatas tetapi mampu bertahan hidup. Dilanjutkan praktik di lapangan berupa outbond dan pemberian pengalaman hidup yang penuh tantangan dan rintangan. Nara sumber kegiatan ini adalah dosen LPTK atau dapat berasal dari Insitusi yang memiliki pengalaman dan wawasan yang relevan dengan kegiatan ini.

Selain itu peserta juga dibekali kursus mahir dasar-dasar kepramukaan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk membekali keterampilan kepramukaan kepada peserta agar memiliki jiwa pengabdian, nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air Indonesia, dan bela negara.

Kursus ini dilaksanakan oleh Gugus Depan Pramuka di LPTK bekerja sama dengan Kwartir Cabang Pramuka setempat dalam hal ini para TNI Angkatan Darat Rindam VII Wirabuana. Pembinaan mental dan survival (ketahanmalangan) serta kursus mahir dasar ini dilaksanakan selama 50 JP atau selama lima hari di luar kampus (out door).

Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, Dari kami 263 peserta SM-3T UNM (Universitas Negeri Makassar) angkatan V penempatan kabupaten Mahakam Ulu, Berau, Halmahera Utara, Maluku Tenggara Barat, Kepulauan Aru, Teluk Bintuni dan Waropen.

Berikut ini beberapa dokumentasi saat prakondisi :





































Thursday, January 26, 2017

Saung Ilmu Halmahera Utara

Saung Ilmu Halmahera Utara

Disaat kita SD, mungkin kita sering dibelikan buku bacaan yang menarik oleh orang tua seperti buku dongeng, menggambar, mewarnai dan buku lainnya. Lalu di mana kita simpan buku-buku itu sekarang? Apakah di lemari, dibawah tempat tidur? atau sudah dimakan rayap?

Coba kita lihat anak-anak pelosok yang ada di desa. Apakah mereka punya buku bacaan sama seperti yang kita miliki? Apakah orang tua mereka sering membelikan buku bacaan?
Jawabannya cukup singkat "Tidak". Jangankan membaca, memiliki buku saja tidak mampu, materi pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terus bagaimana mereka bisa membaca?

Melihat kondisi yang ada, kami yang tergabung dalam SM-3T angkatan V LPTK UNM dan UNIMED penempatan Desa Salimuli Kecamatan Galela Utara membentuk taman baca "Saung Ilmu Halmahera Utara" Buku-buku yang ada merupakan donasi dari program Dompet Dhuafa.

Target kami bukanlah seberapa besar taman baca, melainkan seberapa besar manfaat membaca buku bagi anak-anak di pelosok negeri. Sepulang sekolah anak-anak di desa Salimuli, kecamatan Galela Utara meluangkan waktu untuk membaca buku.


"Buku adalah jendela Dunia dan Kunci untuk membukanya adalah dengan Membaca"

Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
SM-3T UNM (Universitas Negeri Makassar) dan UNIMED (Universitas Negeri Medan) angkatan V Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Perjuangan siswa-siswiku menuju Sekolah

Berjalan kaki selama berjam-jam menuju Sekolah

Jika kita sudah memiliki tekad, maka kesulitan dan tantangan pun akan dihadapi demi masa depan yang lebih baik.

Minimnya sarana pendidikan dan transportasi yang menjangkau beberapa desa di kecamatan Galela Utara membuat para siswa/i yang bersekolah di SMA Negeri 7 Halmahera Utara harus berjalan kaki dari rumah menuju sekolah dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Para laskar pelangi ini harus berjuang lebih keras agar bisa bersekolah dan melanjutkan pendidikan seperti anak-anak lainnya.

SMA Negeri 7 Halmahera Utara adalah satu-satunya SMA yang berstatus negeri dari 12 desa yang berada di kecamatan Galela Utara tepatnya berlokasi di desa Salimuli. Siswa/i yang bersekolah di SMA ini berasal dari desa yang beragam mulai dari desa Limau (perbatasan kecamatan Galela Utara dan Galela Barat) sampai desa Jere (perbatasan kecamatan Galela Utara dan Loloda Utara). Bagi mereka yang berasal di luar kecamatan Galela Utara, harus tinggal di rumah sanak keluarga yang berada di desa Salimuli agar dekat dari sekolah, mereka biasa menyebut orangtua angkat "Papa dan Mama piara".

Meski terkadang siswa/iku terlambat masuk pada jam pelajaran pertama yang di mulai sejak pukul 07.30 wit. Sebagai guru baru dari program SM-3T, saya tidak pernah memarahi ataupun menghukum mereka ketika terlambat, terlebih lagi bagi yang tinggal di desa Togasa karena merekalah siswa/i yang berjalan kaki lebih jauh dibandingkan yang lainnya. Saya sangat menghargai semangat dan usaha mereka untuk tetap pergi ke sekolah dengan berjalan kaki selama berjam-jam dengan menempuh jarak puluhan kilometer tanpa menghiraukan cuaca panas maupun hujan. Terkadang mereka sudah meninggalkan rumah dari subuh hari bersamaan terbitnya sang surya agar mereka bisa tiba di sekolah sebelum apel pagi.

Tetap semangat yah anak-anak didikku, keterbatasan bukanlah kendala untuk kita berhenti mengenyam pendidikan yang lebih baik lagi. Semoga suatu saat nanti kalian bisa sukses dengan cita-cita yang selama ini kalian pernah ceritakan dalam kelas. Aamiin...

Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, SM-3T UNM (Universitas Negeri Makassar) angkatan V penempatan Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara.
Setahun mendidik seumur hidup menginspirasi.

Tujuan dan Ruang Lingkup Program SM-3T

Tentang SM-3T

Program SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Tujuan :
1. Membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik.
2. Memberikan pengalaman pengabdian kepada sarjana pendidikan sehingga terbentuk sikap profesional, cinta tanah air, bela negara, peduli, empati, terampil memecahkan masalah kependidikan, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dalam mengembangkan pendidikan pada daerah-daerah tergolong 3T.
3. Menyiapkan calon pendidik yang memiliki jiwa keterpanggilan untuk mengabdikan dirinya sebagai pendidik profesional pada daerah 3T.
4. Mempersiapkan calon pendidik profesional sebelum mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Ruang Lingkup :
1. Melaksanakan tugas pembelajaran pada satuan pendidikan sesuai dengan bidang keahlian dan tuntutan kondisi setempat.
2. Mendorong kegiatan inovasi pembelajaran di sekolah.
3. Melakukan kegiatan ekstra kurikuler.
4. Membantu tugas-tugas yang terkait dengan manajemen pendidikan di sekolah.
5. Melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program pembangunan pendidikan di daerah 3T.
6. Melaksanakan tugas sosial kemasyarakatan.

Untuk informasi pendaftaran program SM-3T silahkan klik link berikut » seleksi.dikti.go.id/sm3t/

Monday, January 23, 2017

SM-3T Bekerja Nyata dan Menginspirasi Bangsa

SM-3T Bekerja Nyata dan Menginspirasi Bangsa

Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) sejatinya adalah sebuah program mulia untuk mencerdaskan anak bangsa di pelosok negeri yang kekurangan tenaga pengajar. Program yang dimulai sejak tahun 2011 hingga saat ini sudah sampai pada angkatan ke VI, dirasakan sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan terutama di daerah 3T. Kemendikbud / Kemenristek Dikti telah mengirim puluhan ribu sarjana muda untuk menjadi guru di pelosok negeri.

Menyimak kisah para "pahlawan tanpa tanda jasa" yang telah mengabdi selama 1 tahun dan yang sedang mengikuti program ini di sejumlah daerah di seluruh wilayah NKRI mulai dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua) timbul rasa kagum dan bangga akan semangat perjuangan hidup mereka di daerah 3T.

Para peserta SM-3T rata-rata datang dari kota yang serba ada tetapi dengan niat yang tulus ingin mengabdi di pelosok negeri yang serba kekurangan yakni tidak ada sumber listrik dan jaringan telekomunikasi, minimnya sumber air bersih, berjalan jauh melintasi bukit, menembus hutan, menyeberangi banyak sungai dan mengarungi laut lepas selama berjam-jam adalah pengalaman yang tak akan terlupakan bagi mereka. Namun dengan itulah yang membuat kita turut merasakan kehidupan masyarakat di pelosok nusantara. Sungguh ada banyak pembelajaran hidup yang kita dapatkan dan membuat kita selalu merasa bersyukur selama di tempat pengabdian.

Terima kasih SM-3T, kami bangga menjadi bagian dari program ini, sudah 5 tahun SM-3T bekerja nyata dan menginspirasi bangsa, semoga tetap jaya dalam segala tantangan. Aamiin...

Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
SM-3T UNM (Universitas Negeri Makassar) dan UNIMED (Universitas Negeri Medan) angkatan V penempatan kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara, Indonesia.
Yuk simak kisah pengabdian kami dengan menfollow akun Instagram @sm3t_halut